Nutrisi Untuk Ibu Hamil Selama Masa Kehamilan

Nutrisi untuk ibu hamil sangat diperlukan untuk menghindarkan calon ibu dari pelbagai resiko gangguan medis yang berdampak pada janin dan dirinya. Pola gizi yang seimbang dan berkualitas wajib diberikan edukasinya agar calon ibu memahami jika kebutuhan nutrisi yang diperlukan berbeda sesuai usia kehamilan.

Usia Kehamilan

Dalam usia kehamilan dikenal istilah trisemester yang merujuk pada waktu 12 minggu atau periode waktu tiga bulan kalender. Kebutuhan gizi calon ibu tiap trisemester usia kehamilannya berbeda. Per trisemesternya calon ibu membutuhkan energi dan jumlah kalori yang berbeda pula. Berikut sekilas penjelasan kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil per trimesternya.

NUTRISI UNTUK IBU HAMIL

12 Minggu Pertama

Pada usia kehamilan trisemester pertama, calon ibu membutuhkan asupan kalori hingga 200 kkal (kilo kalori) per harinya. Di 12 pekan pertama ini sangat dianjurkan mengonsumsi sumber-sumber karbohidrat. Sebab, janin tumbuh dan berkembang dengan cepat dan butuh kecukupan energi. Sedangkan energi (karbohidrat) itu bisa diperoleh dari nasi, mie, roti, serta pasta. Pun juga dianjurkan mengonsumsi asupan gizi tambahan seperti susu, buah, ikan, daging, serta sayuran.

12 Minggu Kedua

Pada usia kehamilan trisemester berikutnya, calon ibu menambah jumlah kalori harian hingga 300 kkal per harinya. Tak hanya pertumbuhan janin yang semakin berkembang, nutrisi yang ada juga dibutuhkan untuk calon ibu sendiri. Bagi yang doyan camilan, bisa mengonsumsi camilan sehat tiga hingga empat kali sehari. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran untuk Vitamin C dan bayam, kuning telur, daging, ayam, sebagai pemenuhan zat besi.

12 Minggu Ketiga

Pada usia kehamilan trisemester berikutnya, tak ada batasan jumlah kilo kalori yang dipatok. Hanya saja calon ibu wajib dipastikan terpenuhi jumlah energinya terlebih menjelang detik-detik kelahiran. Nutrisi untuk ibu hamil yang berkualitas serta cukup bakal menjamin calon ibu tak akan kekurangan gizi.

Untuk itu pastikan kebutuhan yang ada bisa dipenuhi lewat konsumsi lemak serta karbohidrat yang memadai. Asupan gizi karbohidrat bisa diperoleh dari biji-bijian, kentang, kacang-kacangan, serta pelbagai produk olahan lainnya. Sedangkan untuk lemak, bisa diperoleh dari daging (berlemak), telur, mentega, susu, alpukat, dan juga minyak nabati.

Nutrisi untuk Ibu Hamil

Resiko Gangguan Medis

Di awal telah disinggung jika nutrisi untuk ibu hamil yang ada diperlukan agar calon ibu terhindar dari pelbagai resiko gangguan medis. Resiko-resiko ini seperti berat bayi rendah, pendarahan, preeklampsia, dan sebagainya. Bahkan, di usia kandungan tertentu calon ibu kerap alami gangguan medis tertentu akibat kurangnya asupan gizi. Misalkan saja pada minggu ke-17, calon ibu umumnya kerap alami sembelit. Ini terjadi karena mereka urung mengomsumsi sayuran serta buah.

Pantangan

Jika ada yang wajib tentu saja ada pula yang ‘haram’ untuk dikomsumsi. Terkait dengan makanan serta nutrisi, calon ibu atau ibu hamil sangat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi kopi. Minuman ini banyak mengandung kafein dan dapat mengganggu sistem saraf pusat janin. Namun jangan menganggap jika kafein hanya bersumber dari kopi semata. Coklat, minuman energi, teh, minuman berkarbonasi (soda) adalah segelintir contoh minuman yang mengandung kafein.

Pantangan selanjutnya yakni adalah makanan yang mengandung pemanis buatan. Ini berlaku juga untuk makanan kaleng. Sebab, keduanya mengandung bahan kimia tinggi. Jika mengomsumsi terlalu banyak maka akan berdampak pada perkembangan otak bayi. Konon, bisa menurunkan kualitas IQ jabang bayi. Alangkah baiknya memasak sendiri dari bahan-bahan segar daripada menjejali perut dengan ‘racun’ berbahaya dari jenis makanan di atas.

Itulah sedikit informasi tentang nutrisi untuk ibu hamil. Dengan edukasi yang tepat diharapkan calon ibu memahami bagaimana pemenuhan pola gizi dan makanan yang seimbang sehingga bisa tercukup pada setiap trisemester kehamilannya. Semoga membantu.