Penyebab dan Pencegahan Persalinan Prematur

Persalinan prematur sebenarnya adalah salah satu tanda komplikasi kehamilan yang serius. Persalinan ini seringkali menjadi momok yang menakutkan bagi seorang wanita hamil. Sayangnya masih banyak juga ibu hamil yang tidak mengetahui apa dan bagaimana hal ini dapat dicegah. Padahal deteksi awal sesungguhnya sangat penting guna mencegah persalinan prematur. Selain itu dengan adanya deteksi dini, kesempatan bayi untuk bertahan juga lebih besar.

Nah, agar para ibu hamil bisa mendeteksi sejak dini terhadap kemungkinan adanya persalinan prematur, berikut kami sajikan beberapa penyebab dan pencegahan persalinan prematur yang harus diketahui. Diharapkan informasi ini akan menjadi tambahan pengetahuan dan wawasan kehamilan, terutama bagi para ibu yang saat ini tengah mengandung.

PENYEBAB DAN PENCEGAHAN PERSALINAN PREMATUR

Penyebab Persalinan Prematur

Mengetahui penyebab persalinan prematur, dapat membantu seorang ibu hamil untuk mencegah persalinan ini terjadi pada kehamilannya. Beberapa penyebab tersebut adalah:

1. Infeksi Vagina

Jamur, bakteri, atau gangguan mikroorganisme lain yang hidup di daerah kewanitaan, dapat menjadi penyebab utama terjadinya persalinan premature.Infeksi vaginal biasanya ditandai denganĀ  timbulnya rasa gatal di daerah kemaluan yang terus menerus, rasa terbakar, perih, serta berubahnya warna, bau dan tekstur cairan keputihan.

2. Dehidrasi

Kekurangn cairan pada tubuh dapat menjadi penyebab timbulnya kontraksi dini. Saat seorang ibu mengalami dehidrasi, hormone oksitosin akan meningkat jumlahnya dan menyebabkan konstraksi pada janin. Jadi, penuhilah asupan cairan Anda. Bila hendak berpuasa, konsultasikan terlebih dahulu niat Anda tersebut.

3. Riwayat Penyakit Ibu

Anemia, diabetes, darah tinggi adalah beberapa penyakit yang dapat menyebabkan seorang ibu harus menjalani persalinan dini. Penyakit tersebut bisa merupakan penyakit yang di derita ibu, namun dapat juga timbul setelah si Ibu mulai hamil. Bila ternyata diketemukan penyakit tersebut selama kehamilan biasanya dokter akan meminta ibu untuk melahirkan bayinya lebih dini dari yang seharusnya.

4. Kondisi Kesehatan Janin

Janin yang akan terlahir dengan cacat bawaan biasanya akan memicu tubuh si Ibu untuk berkontraksi. Penyakit lain seperti perbedaan rhesus darah bayi dan ibu seringkali juga menyebabkan persalinan dini ini terjadi.

5. Kondisi Tali Pusar Bayi

Bayi yang terlilit tali pusar biasanya memicu untuk lahir prematur.

6. Terjadinya Kecelakaan atau Kekerasan

Trauma yang timbul karena Kecelakaan atau kekerasan dapat menyebabkan ibu melahirkan prematur. Terutama jika trauma tersebut menyebabkan pecahnya ketuban.

7. Gaya Hidup Ibu

Beban kerja yang menumpuk dan menimbulkan stress pada ibu, dapat secara tidak langsung memicu kontraksi janin. Selain itu kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol juga menjadi penyebab bayi lahir lebih awal dari yang seharusnya.

Persalinan Prematur

Pencegahan Persalinan Prematur

Pencegahan persalinan dini tentu saja dapat kita lakukan sesuai dengan penyebabnya, antara lain:

1. Persiapakan Kesehatan Ibu Sebelum Merencanakan Kehamilan

Memeriksakan diri sebelum pernikahan atau kehamilan kedua adalah langkah terbaik bagi ibu untuk mencegah terjadinya persalinan prematur. Bebeberapa penyakit seperti TORCH, darah tinggi, diabetes memerlukan pengawasan dokter jika si Ibu berencana untuk hamil. Lakukan juga imunisasi pra-konsepsi jika perlu.

2. Persiapkan Kondisi Psikis Ibu Sebaik Mungkin

Untuk menghindari stress serta kecemasan berlebih yang dapat memicu kontraksi, siapkan kondisi psikologis ibu dengan selalu berpikir positif, rileks dan setenang mungkin. Selain akan berdampak pada kesehatan kehamilan secara keseluruhan, kesiapan psikologis ibu juga akan memberi dampak positif bagi perkembangan mental janin.

3. Mulailah Gaya Hidup Sehat

Saat merencanakana kehamilan, sebaiknya ibu mulai merubah gaya hidupnya sesehat mungkin. Hindari rokok, alkohol, serta minuman atau makanan yang mengandung zat adiktif lainnya. Jika perlu lakukan detoksifikasi agar semua zat beracun dalam tubuh ibu keluar sebelum konsepsi terjadi. Kembali rajin berolah raga juga akan membantu memperlancar peredaran darah ibu dan membantu meningkatkan stamina ibu hamil nantinya,

Bila gaya hidup belum berubah namun sudah terlanjur hamil, tidak ada pilihan lain bagi ibu untuk menunda menghentikan kebiasaan buruknya. Segera konsultasikan pada dokter kondisi kesehatan ibu. Dan jika perlu lakukanlah diagnostic pre-natal pada usia kandungan 11-13 minggu.

4. Jaga Berat Badan Ibu

Menjaga berat badan tubuh tak berlebih dapat membantu ibu mencegah munculnya diabetes dan preeklamsia. Sementara berat badan kurang dapat menjadikan bayi lahir terlalu kecil.

5. Minumlah Vitamin yang Dokter Kandungan Berikan untuk Ibu

Vitamin yang dokter berikan tidak hanya akan menambah kesehatan ibu dan janin, namun juga membantu memastikan bahwa ibu akan melahirkan sesuai dengan jadwal yang telah diperkitakan.

6. Penuhi Nutrisi dan Gizi Ibu Hamil

Penuhilah keseimbangan gizi ibu hamil dari asupan makanan sehari-hari Anda. Pilihlah makanan yang banyak mengandung zat-zat yang diperlukan janin untuk berkembang dan menjaga kesehatan tubuh. Asam Lemak omega 3 (terdapat dalam Salmon, DHA. Kacang-kacangan, dan biji-bijian), vitamin A (terdapat pada wortel, apricot dan brokoli), Vitamin C (trdapat pada buah-buahan), serta vitamin E (terdapat pada kacang, kentang manis, dan mangga) akan membantu ibu mencegah terjadinya persalinan dini.

Lengkapi juga makanan ibu denganĀ  pelbagai makanan yang mengandung mineral seperti kalsium (terdapat pada susu dan produk turunannya), magnesium (terdapat pada tahu, kedelai, yougurt pisang, dan wijen), besi (bayam dan daging), Zinc (terdapat pada daging, oatmeal, jagung, kerang, dan telur), dan asam folat yang banyak terdapat pada jeruk, pisang dan aneka sayuran hijau.

7. Makanlah Sesering Mungkin

Para ahli menyarankan ibu hamil sebaiknya memakan makanan beravariasi dalam beberapa waktu guna mencukupi seluruhnutrisi yang dibutuhkan bayi. Ibu dapat menjadwalkan 3 kali makan penuh diselingi dengan 2 kali snacking atau lima kali makan penuh dengan porsi yang lebih kecil.

8. Penuhi Kebutuhan Minum Harian Ibu

Pastikan tubuh ibu mendapatkan pemenuhan kebutuhan cairannya paling tidak 8 gelas sehari.

9. Penuhi Jadwal Konsultasi pada Dokter

Jika ibu pernah mengalami resiko kehamilan dini atau memiliki infeksi kesehatan lainnya, ikutilah saran dokter untuk penyembuhan dan penuhi jadwal konsultasi yang dokter berikan.

Demikianlah penyebab dan pencegahan persalinan prematur. Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati, begitu pula dengan persalinan prematur; akan lebih baik bila calon orang tua melakukan pelbagai tindakan pencegahan agar persalinan tidak terjadi. Tindakan pencegahan premature natal sebetulnya juga merupakan bentuk tanggung jawab orang tua terhadap calon putra-putrinya, bukan?