Makanan bayi sesuai usia

Makanan Bayi Sesuai Usia | Bagi sepasang suami istri mempunyai seorang bayi memang merupakan anugerah yang luar biasa tak ternilai harganya. Kehadiran seorang bayi juga menandakan bahwa keduanya telah resmi menjadi orangtua serta harus mau dan mampu memikul tugas dan tanggung jawab yang lebih besar. Salah satu tanggung jawab menjadi orangtua adalah menyediakan semua kebutuhan bayi termasuk kebutuhan dan kecukupan nutrisi.

Bila berbicara tentang nutrisi, tentunya berbicara tentang makanan dan zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya. Cara pemberian makanan bayi yang tepat dan seimbang menjadi kunci utama dalam pemenuhan nutrisi bayi dan menjadi salah satu hal penentu dalam perkembangan dan pertumbuhan bayi.

Organ pencernaan bayi berbeda dengan organ pencernaan orang dewasa sehingga jenis makanan bayi yang diberikan pun berbeda dan disesuaikan dengan tingkatan usianya. Makanan terbaik bagi bayi pada umur 0 – 6 bulan adalah Air Susu Ibu (ASI). Kandungan nutrisi ASI sangatlah lengkap mulai dari karbohidrat, protein, mineral, lemak hingga zat kekebalan tubuh bagi bayi semuanya ada.

Selain memiliki kandungan nutrisi lengkap, ASI juga lebih higienis dan praktis karena tersimpan di dalam tubuh ibu, tak perlu repot-repot menyiapkan kaleng susu formula, botol dan air panas saat akan memberi minum pada  bayi.

MAKANAN BAYI SESUAI USIA

Struktur cairan ASI sudah diciptakan agar sesuai dengan organ pencernaan bayi yang masih dalam tahap penyesuaian sehingga seluruh nutrisi penting dalam ASI dapat diserap sempurna. Pada saat menyusui, ikatan ibu dan bayi juga akan menjadi lebih dekat dan hangat. Oleh karena banyaknya kelebihan ASI, sangat dianjurkan pada ibu untuk memberikan ASI eksklusif (tanpa makanan/ minuman tambahan) pada bayinya hingga umur 6 bulan.

Makanan Bayi

Setelah 6 bulan berlalu, bayi baru diperbolehkan diberi makanan dan minuman tambahan atau pendamping ASI atau MPASI. Makanan yang diberikan pun jenisnya masih makanan halus, bukan makanan layaknya orang dewasa. Makanan tambahan yang dapat diberikan seperti bubur susu dan nasi tim halus atau buah-buahan yang sudah dihaluskan. Untuk minuman tambahan/ pendamping tidak harus susu, tapi bayi dapat diberikan air bening atau teh manis dengan jumlah yang mencukupi.

Baru pada usia sekitar 8 bulan ke atas, bayi sudah dapat diperkenalkan dengan makanan padat seperti biskuit bayi atau nasi tim lembek dengan lauk pauk lengkap. Makanan padat selain berguna untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi juga bertujuan untuk merangsang pertumbuhan giginya. Semakin tua umur bayi, semakin beragam pula jenis makanan bayi dan minuman yang diberikan untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhannya.

Tidak hanya masalah jenis makanan yang diberikan, kebersihan pada saat memasak dan menyiapkan makanan juga harus diperhatikan. Proses pemasakan yang kurang bersih dapat memudahkan transmisi mikroorganisme berbahaya dari makanan kotor ke dalam pencernaan bayi dan memicu timbulnya gangguan pencernaan pada bayi seperti diare atau keracunan makanan.

Usahakan untuk selalu menggunakan alat masak yang bersih serta dapur yang higienis. Bersihkan dan masak hingga matang seluruh bahan makanan agar tidak ada lagi mikroorganisme yang hidup.  Peralatan makan yang digunakan seperti piring, mangkuk atau sendok pun harus terjaga kebersihannya. Usahakan agar alat makan bayi dipisahkan dari alat makan anggota keluarga lain sehingga resiko penularan penyakit khususnya melalui mulut dapat dihindari.

Saat sudah mendapat makanan tambahan, ada baiknya untuk mengatur menu makan sehari-hari agar bayi tidak bosan. Variasi menu makanan juga dimaksudkan agar seluruh zat nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi dapat terpenuhi. Anda boleh saja memvariasikan makanan bayi dengan makanan instan yang banyak dijual di toko, namun usahakan untuk lebih banyak memberikan makanan alami bagi bayi karena lebih sedikit mengandung bahan pengawet. Orangtua diusahakan dapat menjadi orangtua yang aktif saat memberikan makan pada bayi agar nafsu makan bayi tetap terjaga dan kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi secara optimal.