Hamil Anak Pertama

Hamil untuk perempuan tentu menjadi saat-saat yang penting. Pertumbuhan janin dalam perut akan dijadikan proritas utama. Tentu semua calon ibu menginginkan yang terbaik untuk janin yang tengah dikandungnya. Apalagi jika hal tersebut merupakan hamil anak pertama. Kehamilan perdana merupakan momen dimana calon ibu harus mulai memiliki referensi tentang menjaga kesehatan dirinya dan bayi yang dikandungnya. Hal-hal tersebut bisa dimulai dengan memperhatikan makanan, kegiatan, serta kejiwaan.

Ketika hamil, calon bayi akan mendapat makanan dari sang ibu. Jadi jenis makanan yang dimakan ibu akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin nantinya. Misalnya saja ketika calon ibu mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar alkohol tinggi dan kafein yang tinggi, akan merusak sistem pembentukan tubuh cabang bayinya. Begitu juga ketika  sang ibu memperhatikan asupan gizi dan serat dalam makanan yang dikonsumsinya, akan berpengaruh juga pada pertumbuhan bayi nantinya.

Makanan memiliki kontribusi yang besar untuk mempertahankan agar calon bayi tetap sehat dan pertumbuhannya baik. Makanan yang baik dimakan ketika hamil adalah buah-buahan dan sayuran yang mengandung serat, yoghurt yang memiliki kandungan protein, serta makanan yang mengandung kalori, kolin, sehingga dapat mendorong kesehatan otak sang calon bayi.

HAMIL ANAK PERTAMA

Hamil muda, terutama hamil anak pertama, harus benar-benar menjaga kesehatan fisiknya dengan baik. Usia kandungan yang muda merupakan masa-masa yang rentan. Kegiatan yang dilakukan calon ibu harus benar-benar diatur sehingga tidak membuatnya capek dan stres. Kegiatan fisik seperti melakukan rutinitas sehari-hari harus mulai dikaji, apakah kegiatan tersebut membutuhkan banyak tenaga sehingga akan membuatnya lelah. Resiko kehilangan bayi akan tinggi ketika keadaan ibu lelah. Namun, calon ibu juga tidak dianjurkan hanya bermalas-malasan. Kurang melakukan kegiatan fisik juga akan mempengaruhi kesehatan ibu nantinya ketika melahirkan.

HAMIL ANAK PERTAMA

Kegiatan fisik yang dapat dilakukan ketika perempuan hamil misalnya dengan jalan kaki. Atur jalan kaki sehingga intensitasnya bisa 50-70% dari denyut jantung. Jalan kaki jika rutin dilakukan dapat meningkatkan stamina , kesehatan paru-paru, serta memperkuat otot. Jalan kaki juga dipercaya dapat memperlancar persalinan. Hal tersebut karena dengan berjalan kaki nafas akan terbiasa teratur, ini akan berguna ketika melahirkan.

Senam ibu hamil juga dapat dilakukan untuk menjaga kekuatan otot dan membantu mengatur napas. Selain senam, pilihan yoga juga menjadi alternatif untuk ibu-ibu hamil. Yoga dipercaya selain dapat memperkuat otot dan pernapasan juga dapat mencerdaskan otak bayi. Dalam yoga perempuan hamil akan dibiasakan dapat mengendalikan pikirannya sehingga dijauhkan dari stres. Yoga untuk perempuan hamil memang memadukan gerakan yang tidak hanya fisik yang diperkuat, namun secara emosi juga dibuat senyaman mungkin. Hal tersebut karena dalam yoga akan diajarkan cara bermeditasi. Renang juga dapat dipilih oleh ibu hamil. Renang dapat memperkuat otot dan menghilangkan nyeri sendi pada tubuh tubuh calon ibu. Apalagi untuk calon ibu yang memilih kelahiran anaknya di dalam air.

Ibu hamil anak pertama juga disarankan untuk menjauhi pikiran negatif tentang apapun. Pikiran negatif akan berpengaruh secara langsung pada perkembangan emosi anak yang dikandungnya. Stres pada ibu hamil juga dapat membuatnya kehilangan bayi yang dikandungnya. Oleh karena itu, dianjurkan agar ibu hamil itu merasa senang dan tenang agar pertumbuhan emosi maupun fisik anaknya dapat terbentuk secara sempurna.

Perempuan yang belum memiliki pengalaman hamil atau hamil anak pertama ada baiknya jika banyak bertanya kepada yang telah berpengalaman atau ahli kesehatan kandungan dan anak. Hal tersebut agar calon ibu baru ini dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukann jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mual berlebihan atau penyakit bawaan hamil.

Selain itu melalui berbagi pengalaman juga akan mengurangi perasaan panik yang akan membuat stres calon ibu baru ini. Lakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin untuk mengetahui perkembangan janinnya. Hal tersebut agar dapat dilakukan pencegahan sedini mungkin jika terjadi masalah dengan janin maupun calon ibu muda.