Kehamilan Trimester Ketiga Seperti Apa?

Saat seorang perempuan mengandung, ada tiga fase kehamilan yang akan dilewati sebelum melahirkan. Tahapan tersebut adalah fase kehamilan trimester pertama, fase kehamilan trimester kedua, dan fase kehamilan trimester ketiga. Ketiga tahapan atau fase ini berhubungan dengan perkembangan jabang bayi dalam kandungan.

Fase kehamilan trimester pertama merupakan tiga bulan awal kehamilan dan biasanya bentuk tubuh sang ibu belum terlihat membesar. Fase kehamilan trimester kedua adalah fase tiga bulan selanjutnya. Pada tahapan ini janin sudah membentuk beberapa bagian tubuh sehingga seorang ibu sudah terlihat perubahan bentuk badannya terutama bagian perut yang semakin membasar. Sedangkan tiga bulan akhir atau sebelum melahirkan biasanya disebut sebagai fase kehamilan trimester ke tiga. Fase inilah yang akan dibahas pada tulisan ini. Namun pembahasan lebih difokuskan pada Gejala atau hal yang terjadi saat fase kehamilan ini.

Kehamilan trimester ketiga ditandai dengan makin membesarnnya perut ibu. Sang jabang bayi dalam kandungan sudah mulai memasuki tahap penyempurnaan anggota  tubuh sehingga mengkaibatkan perut semakin membesar. Seorang ibu yang mengandung pastinya akan merasakan seluruh aktivitas dan perubahan tersebut. Karena fase ini merupakan fase yang teramat vital, maka sebaiknya seorang ibu perlu hati-hati dalam bertindak atau beraktivitas. Tetap utamakan makanan yang bergizi demi kebaikan sang jabang bayi.

Kenali Kondisi Tubuh Saat Fase Kehamilan Trimester Ketiga

Selain tetap makan makanan yang bergizi, sebaiknya kenali juga gejala atau hal-hal yang biasanya terjadi saat fase kehamilan trimester ke 3 ini. Hal ini karena pada fase kehamilan trimester ke III ini seorang ibu akan merasakan hal yang aneh. Selain itu akan terjadi perubahan kondisi pada tubuh seorang ibu. Selngkapnya inilah hal yang biasa terjadi pada saat tiga bulan kehamilan terakhir kehamilan.

Tubuh yang terasa cepat lelah

KEHAMILAN TRIMESTER KETIGA

Saat hamil menjelang tiga bulan terakhir, beban tubuh seornag ibu akan bertambah. Bertambahnya  beban tubuh ini menyebabkan tubuh cepat lelah meski hanya melakukan aktivitas kecil. Untuk mengantisipasi hal ini  sebaiknya banyak istirahat atau lakukan olahraga kecil semisal yoga khusus prenatal

Merasa haus dan ingin ke toilet terus

Biasanya pada fase ini, seorang ibu akan selalu merasa kehausan meskipun sudah berkali-kali minum. Hal ini pun juga menyebabkan seorang ibu hamil sering ke toilet untuk buang air kecil. Gejala ini biasa dan dapat diantisipasi dengan menjadwalkan aktivitas pipis semisal dua jam sekali.

Bermimpi buruk

Mimpi buruk akan terjadi pada seorang ibu, apalagi menjelang lahirnya jabang bayi. Biasanya mimpinya tentang melahirkan sesuatu yang tidak diinginkan. Semisal bermimpi melahirkan anak hewan atau hal lainnya.  Hal ini biasanya normal terjadi dan tidak perlu cemas berlebihan.

Merasa akan melahirkan padahal belum waktunya

Menjelang usia 8 atau 9 bulan, seorang ibu akan merasa seperti segera ingin  melahirkan. Sebenarnya hal tersebut hanyalah berupa rasa sakit pada bagian perut (kontraksi palsu). Jangan salah kira terhadap hal ini dan tetaplah tenang

Rasa nyeri pada bagian dada

Seorang ibu pada fase kehamilan trimester ketiga biasanya akan merasakan rasa sakit pada bagian dada. Sakit ini biasanya berupa diidentifikasi ketika seorang ibu merasa dadanya terasa panas. Hal ini sebenarnya cukup wajar mengingat saat hamil, terjadi desakan atau dorongan pada bagian perut ke atas. Tidak heran jika dada pun akan terasa panas. Untuj mengurangi rasa sakit panas ini datang sebaiknya hindari minuman yang mengandung kafein, makanan pedas, serta makanan berlemak atau apapun yang digoreng.

Demikianlah informasi tentang gejala umum yang biasanya terjadi pada fase kehamilan trimester ketiga. Perlu diketahui bahwa pada masa menjelang kelahiran bayi, perubahan bentuk dan kondisi tubuh akan terjadi secara berkelanjutan. Masa tiga bulan sebelum melahirkan ini pun sering dikenal sebagai masa paling sensitif atau emosional.  Jadi sebaiknya segala hal yang terjadi diceritakan dengan anggota keluarga lain terutama suami. Tidak lupa juga untuk terus konsultasi dengan dokter demi kelancaran dan kebaikan sang jabang bayi.