Metode Melahirkan dalam Air (Waterbirth)

Saat ini metode melahirkan dalam air (Waterbirth) semakin banyak diterapkan termasuk di Indonesia. Umumnya klinik-klinik bersalin yang menyediakan jasa melahirkan di dalam air termasuk klinik mewah seperti Klinik Bumi Sehat di Ubud Bali, Klinik Sam Marie di Jakarta serta Rumah Sakit Ibu dan Anak “Bunda”. Meskipun waterbirth sudah semakin menjadi trend di kota-kota besar, namun belum semua rumah sakit menggunakan metode persalinan jenis ini.

Metode waterbirth ini dianggap sangat membantu meringankan rasa sakit sang ibu serta memberi tenaga lebih waktu mengejan sehingaa banyak wanita muda yang baru pertama kali hamil menggunakan metode ini agar mengurangi ketakutan mereka akan rasa sakit saat proses persalinan. Bahkan, jika membaca sejarah metode melahirkan dalam air maka kita pasti tahu bahwa hal ini sudah populer di Eropa khususnya Rusia dan Prancis.

Metode Melahirkan Dalam Air (Waterbirth)

Adapun beberapa alasan mengapa metode ini dianggap baik untuk diterapkan adalah sebagai berikut.

  1. Metode melahirkan dalam air memberikan efek rasa rileks dan mengurangi rasa sakit terhadap ibu saat melahirkan. Air dengan temperatur tertentu akan menyebabkan otot tubuh menjadi lentur sehingga mempermudah proses pembukaan jalan lahir, memperkecil rasa nyeri, serta menurunkan risiko robeknya jalan lahir.
  2. Dengan air sebagai medium untuk melahirkan maka proses transisi keadaan bayi dari dalam rahim akan dipermudah karena setelah sebelumnya berada dalam cairan ketuban bayi tidak langsung berinteraksi dengan udara. Saat pertama kali dilahirkan bayi belum bernapas menggunakan paru-paru sampai dia diangkat dari dalam air.
  3. Mengurangi risiko terhadap cedera kepala bayi. Bahkan, beberapa pakar mengatakan, sekalipun belum ada penelitian lebih jauh, metode ini memungkin memberi IQ yang lebih tinggi terhadap bayi.
  4. Karena kondisi air yang diatur sesuai temperatur standar maka hal ini akan memudahkan peredaran darah pada bayi.

MELAHIRKAN DALAM AIR (WATERBIRTH)

Namun beberapa hal di bawah ini perlu diperhatikan karena metode melahirkan dalam air di atas bukan tidak memiliki dampak negatif serta risiko terhadap ibu dan bayi.

  1. Pada saat dilahirkan bayi memiliki resiko besar menelan air yang digunakan. Oleh karena itu dibutuhkan tenaga spesialis yang mahir membantu proses melahirkan di dalam air serta pengecekan lanjutan dari dokter kebidanan.
  2. Bila proses kelahiran berjalan lambat maka bisa menyebabkan hipotermia bagi ibu. Maka sangat disarankan tidak memberikan metode ini terhadap ibu yang memiliki pinggul kecil dan yang sering mengalami kesulitan melahirkan akibat faktor-faktor tertentu.
  3. Suhu standar pada air yang digunakan biasanya 37 derajat celcius; bila terjadi ketidaksamaan suhu air dengan suhu bayi maka bayi akan mengalami temperature shock.
  4. Metode waterbirth ini tidak dianjurkan pula untuk bayi yang dilahirkan sungsang.
  5. Bayi memiliki resiko terjangkit beberapa penyakit kulit dari sang ibu misalnya herpes yang dapat bertahan hidup di dalam air.
  6. Terdapat penelitian yang meyakini bahwa medium air yang digunakan bakal menyebabkan tali pusat menjadi kusut dan berakibat pada bayi; bayi akan terengah-engah sehingga ada kemungkinan menelan air ke  dalam paru-parunya. Selain itu, suatu peneliti menyatakan kekhawatiran terhadap metode ini karena dianggap akan memicu terjadinya pneumonia yakni suatu infeksi otak.

Demikian pandangan yang diberikan mengenai metode melahirkan dalam air pada dewasa ini. Sejauh ini belum semua rumah sakit menerapkan hal tersebut, oleh karena itu kepada para wanita yang hendak melahirkan dan hendak memilih metode ini sekiranya memperhatikan hal-hal di atas.