Wanita Hamil: Persiapkan Sejak Dini demi Generasi Terbaik

Bagi sebagian besar masyarakat kita, kehamilan adalah sebuah lintasan proses kehidupan yang wajar setelah menikah. Kehamilan adalah “risiko” dari sebuah hubungan badan. Sayangnya, “risiko” itu tak sepenuhnya dipahami dan dipahamkan dalam pendidikan di masyarakat. Akibatnya ada banyak wanita hamil di luar nikah yang kadang berakhir dengan upaya menggugurkannya, kehamilan yang tak diinginkan karena program keluarga berencana yang gagal, hingga kehamilan yang pasrah pada jalan hidup sehingga membiarkan anak lahir terus menerus.

Lebih baik jika kehamilan itu tak hanya diamini sebagai proses alami, namun juga proses yang akan berpengaruh dalam beberapa masa mendatang, karena wanita hamil adalah “produsen” dari penghuni bumi di masa mendatang. Tak ada salahnya jika persiapan itu dilakukan sedini mungkin, demi pembentukan generasi yang baik yang bisa ditinggalkan bagi kelanggengan umat manusia di bumi yang semakin tua.

Kehamilan itu harus dipersiapkan, terutama bagi yang baru saja berumah tangga dan mendambakan anak. Mempersiapkan kehamilan itu antara lain dengan membaca buku dan majalah, menyimak VCD tentang kehamilan yang terpercaya, hingga konsultasi dengan para ahli di bidangnya.

Wanita hamil yang normal akan melewati masa morning sickness, seperti muntah dan mual, kebencian dan kesukaan berlebihan akan sesuatu, emosi yang labil, hingga goncangan fisik ketika bayi sudah mulai membesar dan butuh tempat yang lebih luas untuk bergerak. Banyak wanita akan mengeluhkannya dan mereka yang paham akan memakluminya, sembari mengatakan bahwa itu bawaan bayi.

WANITA HAMIL

Seorang bidan senior mengatakan, tak ada itu bawaan bayi. Selama tak ada gangguan fisik berarti, seperti flek berlebih hingga bercak darah, wanita hamil harus beraktivitas normal seperti yang lain, tentu saja dengan beberapa batasan akan kehamilannya. Fisik tiap orang boleh berbeda, namun yang perlu digarisbawahi adalah kehamilan itu bukan sekadar melahirkan seorang anak. Wanita juga harus paham bahwa membesarkan anak itu dengan segala konsekuensinya, termasuk hal kelayakan pendidikan dan pembinaannya kelak.

Wanita hamil yang penuh persiapan, membuat pikirannya terbuka, sehingga bisa melewati banyak hal yang “normal bagi wanita yang sedang hamil” dengan baik. Emosi yang labil bisa dialihkan dengan melakukan hal yang disukai, berusaha memahami bahwa keinginan berlebihan itu harus dikendalikan, serta mengingat bahwa dia akan menjadi agen penerus generasi dan sedang mempersipakan menuju yang terbaik.

Ibu hamil tetap harus berusaha seperti halnya wanita yang tidak hamil lainnya, namun dengan batasan yang telah dikonsultasikan bersama dokter atau tenaga kesehatan yang terpercaya. Penting untuk mendengarkan nasehat seperlunya. Melihat orang hamil, biasanya banyak ibu, dengan dalih berbuat baik, akan mewanti-wanti supaya tidak boleh begini dan begitu, sehingga membingungkan, bahkan bertentangan dengan anjuran dari dokter. Karena itu, jadilah lebih bijak dengan banyak membaca referensi, bukan sekedar perkataan orang, apalagi jika berkaitan dengan mitos. Ingatlah, apapun yang terjadi dengan seorang ibu hamil adalah resiko yang dia tanggung.

Mempersiapkan kehamilan dengan menjalani kehamilan itu sendiri, tentu saja berbeda. Namun bagi ibu hamil yang sudah mempersiapkan kehamilan sejak dini, semua yang negatif akan lebih mudah diminimalisir, hingga bisa mempersiapkan generasi terbaik yang bisa kita usahakan.