Tahapan Proses Kehamilan

Proses kehamilan di mulai saat salah satu dari ovarium wanita mengembangkan sekelompok telur matang yang berkembang pada kista yang berisikan cairan folikel. Umumnya, salah satu folikel dipilih mengawal pematangan telur. Dan folikel yang terpilih yang disebut folikel dominan akan menekan pertumbuhan semua folikel lainnya.

Folikel yang matang ini lantas pecah dan akan memulai proses ovulasim yakni proses pelepasan sel telur dari ovarium. Ovulasi biasanya terjadi sekitar dua minggu sebelum periode menstruasi wanita berikutnya dimulai. Proses kehamilan lain yang dalam tahapan teratur adalah seperti yang akan diuraikan berikut ini.

TAHAPAN PROSES KEHAMILAN

Proses Pengembangan Corpus luteum : Setelah ovulasi , folikel pecah berkembang menjadi struktur yang disebut korpus luteum, yang mengeluarkan dua hormon, progesteron dan estrogen. Progesteron membantu mempersiapkan endometrium (dinding rahim) untuk implan embrio.

Proses Pelepasan Telur : Telur dilepaskan ke dalam tuba falopi di mana telur akan menetap sampai satu sperma melakukan fertilisasi. Telur dapat dibuahi selama sekitar 24 jam setelah ovulasi. Rata-rata ovulasi dan pembuahan terjadi sekitar dua minggu setelah periode menstruasi terakhir.

Proses Menstruasi : Jika tidak ada sperma yang membuahi sel telur, maka korpus luteum akan merosot, menghapus hormon tingkat tinggi. Dan ini akan menyebabkan endometrium mengelupas , akhirnya  mengakibatkan perdarahan menstruasi.  Lalu, siklus akan di ulang kembali.

Proses Fertilisasi : Ini terjadi saat sperma bertemu dan menembus telur yang matang setelah ovulasi. Ketika sperma menembus sel telur, perubahan terjadi pada lapisan protein di sekitarnya untuk mencegah sperma lain masuk. Pada saat pembuahan , terjadi proses peruraian genetis pada calon janin, termasuk penentuan jenis kelaminnya.

Proses Implantasi : Dalam waktu 24 jam setelah pembuahan, telur mulai membelah dengan cepat menjadi banyak sel. Masih dalam tuba falopi selama sekitar tiga hari. Telur yang dibuahi (zigot) terus membagi saat melewati tuba falopi perlahan melalui rahim hingga akhirnya terjadi implatasi yakni proses merapat pada endometrium. Zigot lalu menjadi bola sel padat kemudian menjadi bola berongga dari sel yang disebut blastokitsa.  Sebelum implantasi, blastokista keluar dari pelindung nya. Ketika blastokista melakukan kontak dengan endometrium, maka akan terjadi pertukaran hormon yang membantu blastokista menempel dengan kukuh pada endometrium. Beberapa wanita akan merasakan bercak (atau sedikit pendarahan) untuk satu atau dua hari saat proses implantasi. Endometrium lantas menjadi lebih tebal.

Dalam waktu tiga minggu pada proses kehamilan, sel-sel blastokista mulai tumbuh sebagai gumpalan sel dalam bola kecil, dan sel-sel saraf pertama bayi sudah terbentuk. Perkembangan awal bayi disebut embrio dari saat pembuahan hingga minggu kedelapan pada proses kehamilan. Setelah minggu kedelapan dan sampai saat lahir, bayi yang berkembang disebut janin.

PROSES KEHAMILAN

Mengetahui Kehamilan

Human Chorionic Gonadotrophin (hCG) adalah hormon yang muncul dalam darah seorang calon ibu dari saat pembuahan. Hormon  ini diproduksi oleh sel-sel yang membentuk plasenta. Dan inilah hormon yang terdeteksi dalam tes kehamilan. Akan halnya kepastian dalam penentuan kehamilan biasanya memakan waktu tiga sampai empat minggu dari hari pertama haid terakhir, sehingga tingkat hCG bisa cukup tinggi untuk dapat dideteksi dengan alat tes kehamilan sederhana.

Setelah Anda mengetahui gejala awal kehamilan, maka Anda perlu melakukan tindakan berdasarkan tahap kehamilan selanjutnya. Tahapan proses kehamilan selanjutnya disebut trimester, atau periode tiga bulanan, karena adanya perubahan yang nyata secara fisik yang terjadi pada tubuh sang calon Ibu sejalan dengan perkembangan janin dalam rahim.