Peran Ayah Selama Masa Menyusui

Menyusui

Air Susu Ibu (ASI) merupakan anugerah luar biasa yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap bayi yang terlahir ke bumi. Dalam ASI terkandung banyak manfaat yang akan dirasakan seorang bayi, bahkan sampai ia dewasa. ASI merupakan pengunci kasih sayang antara ibu dan anak. Sehingga, menyusui bisa diartikan sebagai ungkapan cinta paling tulus dari seorang ibu kepada anak yang dilahirkannya.

Saat menyusui, akan tercipta jalinan emosi yang kuat dan mencipatakan perasaan aman dari anak. Saat menyusu, bayi akan merasakan kehangatan dan perlindungan dalam dekapan ibunya. Begitu pula sebaliknya, dalam diri ibu akan tercipta kenyamanan dan kepuasan karena telah memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Sentuhan kulit dan detak jantung ibu akan dikenal anak selama seumur hidupnya. Detak jantung yang telah dikenalnya bahkan sebelum ia dilahirkan.

MENYUSUI

Tahukah Anda dengan istilah Breastfeeding father? Ya, selain peran ibu, seorang ayah juga memiliki peran yang tidak kalah besar. Maksudnya, peran mereka bukan memberikan susu kepada bayi secara langsung. Akan tetapi, ia harus menciptakan suasana dan kondisi agar seorang ibu bisa memberikan ASI pada bayinya dengan nyaman dan aman. Peran saling mendukung merupakan faktor yang akan menciptakan keberhasilan pemberian ASI pada bayi.

Peran Ayah Selama Masa Menyusui

Berikut ini beberapa peran seorang ayah yang bisa menentukan keberhasilan pemberian ASI.

  1. Peran seorang ayah dimulai dari sejak ia mengetahui kehamilan istrinya. Seorang calon ayah harus belajar untuk memahami kondisi psikologis istri ketika mengandung, melahirkan, bahkan setelah melahirkan. Ia harus memahami perkembangan bayinya kelak. Apa yang dibutuhkan bayi, mulai dari member ASI, pengasuhan, sampai pendidikan mereka kelak. Lakukanlah dengan istri, galilah ilmu, sering-seringlah berdiskusi, dan tanamkan kepada istri bahwa menyusui merupakan perkara penting. Diskusikan pula kemungkinan hambatan yang akan dihadapi dan cara pemecahannya.
  2. Jalinlah kontak dengan bayi Anda walaupun ia masih dalam kandungan. Sebagaimana kita tahu, ruh akan ditiupkan pada usia kehamilan memasuki empat bulan sehingga calon bayi Anda akan memahami mengenai sentuhan dan kasih sayang yang diberikan orang-orang terdekatnya. Sering-seringlah mengelus perut istri Anda. Sapalah calon buah hati Anda dan ajaklah ia “bermain”. Perkenalkanlah diri Anda kepada bayi Anda.
  3. Pilihlah rumah bersalin yang mendukung keinginan Anda dan istri yang hanya memberikan ASI kepada buah hati dan tidak susu formula. Cari rumah bersalin yang memberikan fasilitas IMD (Inisiasi Menyusu Dini) sehingga saat dilahirkan anak akan langsung diberi ASI ibunya, bukan dipancing dengan susu formula.
  4. Dampingi istri Anda saat melahirkan karena hal ini akan memberikan dampak psikologis kepadanya. Dia akan merasa tenang dan tidak sendirian. IMD bukan perkara yang mudah, dibutuhkan waktu hamper satu jam sampai bayi Anda benar-benar mau menyusu pada ibunya. Dengan kondisi ibu yang kelelahan, bukan tidak mungkin ia akan menyerah dan memilih memberikan susu formula. Tugas Anda di sana adalah memberikan motivasi kepada istri dan mengatakan bahwa ia bisa melakukannya.
  5. Setelah bayi lahir, ayah memiliki dua peran penting, yaitu merawat istri dan bergantian dengan istri merawat bayi Anda. Berikan kebahagiaan kepada istri yang bisa beristirahat sejenak karena lelahnya mengurus buah hati Anda. Jangan sampai istri merasakan depresi yang mengakibatkan ASI tidak keluar dan bukan tidak mungkin pada akhirnya memilih pada alternatif pada susu formula.

Itulah beberapa peran orang tua agar proses menyusui bayi bisa berjalan dengan sukses. Membesarkan dan menjaga anak bukan hanya tugas istri sebagai ibunya, tetapi Anda sebagai suami juga harus mengambil peran agar anak bisa tumbuh maksimal dengan limpahan kasih sayang.